Sinarmas Land (SML) kembali membuktikan taringnya sebagai penguasa township tanah air. Lewat kepakan sayap Digital Hub di tengah kepungan ribuan delegasi dari 120 negara, pengembang raksasa ini resmi mengamankan kesepakatan barunya dengan Monash University dan UKM untuk menyulap BSD City menjadi pusat kecerdasan artifisial (AI) dan kluster medis tercanggih di Indonesia. Kejutan pertengahan tahun, akhirnya proyek rahasia BSD City bocor juga ke Publik.
KoranProperti.com (Tangerang) – Raksasa properti nasional Sinar Mas Land (SML) kembali menggebrak pasar real estat dengan memperluas jaringan kemitraan akademik internasionalnya secara agresif.
Langkah strategis ini diambil untuk memantapkan posisi kawasan mandiri Bumi Serpong Damai (BSD) City sebagai hub inovasi teknologi dan pendidikan berskala global yang semakin diperhitungkan di kancah internasional.
Melalui kepakan sayap entitas Digital Hub, pengembang terkemuka ini resmi mengukuhkan kerja sama strategis multi-institusi dengan dua universitas ternama dunia, Monash University, Indonesia dan Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Momentum bersejarah tersebut ditandatangani di tengah kemegahan pembukaan Global Sustainable Development Congress (GSDC) 2026 di ICE BSD City, sebuah perhelatan akbar yang dihadiri ribuan delegasi dari 120 negara.
Kolaborasi papan atas ini dirancang khusus untuk mempercepat pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI), atau yang dikenal sebagai D-HUB SEZ.
Mega proyek ini membentang di atas lahan premium seluas 60 hektare di jantung BSD City. Melalui skema terintegrasi ini, rekam jejak riset mutakhir dari institusi global akan langsung diadopsi untuk mencetak talenta, dan tenaga kerja ahli berskala internasional langsung dari dalam negeri, sekaligus menggairahkan iklim investasi dan bisnis di kedua kawasan vital itu.
Kerja sama yang dijalin memiliki dua fokus berbeda yang disesuaikan dengan keunggulan inovasi masing-masing institusi pendidikan tinggi tersebut. Kemitraan dengan Monash University, Indonesia disahkan melalui Nota Kesepahaman (MoU) untuk memperkuat sektor pendidikan, riset, serta pengembangan talenta digital.
Dalam kesepakatan ini, Monash University akan memberikan dukungan teknis mutakhir kepada Sinar Mas Land dalam merealisasikan rencana pembangunan AI Center of Excellence di BSD City. Pusat keunggulan ini difungsikan untuk melahirkan berbagai inovasi berbasis kecerdasan artifisial yang terintegrasi langsung dengan kebutuhan kota cerdas (smart city), serta industri masa depan.
Prosesi penandatanganan MoU ini dilakukan Deputy Group CEO Investment International Tech & Emerging Sinar Mas Land Ferdinand Sadeli, bersama Pro Vice-Chancellor dan President Monash University Indonesia, Professor Matthew Nicholson.
Sementara itu, ekspansi kolaborasi dengan Universiti Kebangsaan Malaysia dikukuhkan melalui Letter of Intent (LOI). Surat pernyataan minat ini berfokus pada rencana eksplorasi bersama di bidang akademik, riset, inovasi, serta sektor medis dan kluster kesehatan yang nantinya akan menempati koridor eksklusif KEK ETKI BSD City.
Institusi Pendidikan Kelas Dunia
Penandatanganan strategis ini dilakukan Ferdinand Sadeli bersama Professor Dato’ DR. Sufian bin Jusoh selaku Vice-Chancellor UKM.
Langkah taktis pengembang dalam menggandeng institusi asing kelas dunia ini didasarkan pada matangnya ekosistem pendidikan eksisting di dalam township mandiri.
Saat ini, BSD City telah bertransformasi menjadi rumah idaman bagi lebih dari 233 institusi pendidikan yang beroperasi aktif secara berkelanjutan.
Struktur sebaran jenjang pendidikan di kawasan penyangga Jakarta ini meliputi lebih dari 64 institusi prasekolah. Sementara untuk pendidikan dasar hingga menengah atas tercatat sebanyak 150 sekolah, dan diperkuat oleh 9 universitas terkemuka, termasuk institusi elit seperti Binus ASO, Monash University, Wellington College Independent School Jakarta, dan ACS Jakarta.
Kehadiran jangkar-jangkar pendidikan ini semakin meningkatkan nilai ekonomi dan daya tarik investasi properti di sekitarnya.
BACA INI: Sambil Bukber Bareng Media, Sinar Mas Land Jabarkan KEK BSD City
CEO Digital Tech Ecosystem & Development Sinar Mas Land Irawan Harahap, menjelaskan, partisipasi aktif korporasi dalam forum dunia, dan kemitraan strategis ini merupakan langkah nyata untuk memposisikan kawasan properti menjadi destinasi global pertukaran ide lintas sektor.

“Kemitraan ini mendukung penuh visi Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, sekaligus membuka lebih banyak peluang emas bagi generasi mendatang untuk mengakses pendidikan berkelas dunia serta ekosistem pembelajaran dan inovasi yang unggul,” kata Irawan.
Keberadaan D-HUB SEZ sebagai satu-satunya Kawasan Ekonomi Khusus di wilayah Jabodetabek yang berfokus pada pendidikan dan teknologi diharapkan mampu menjadi solusi jitu dalam memitigasi keterbatasan akses talent pool lokal.
Melalui pemberian fasilitas insentif khusus, pembebasan fiskal, dan kemudahan operasional bagi institusi asing, Pemerintah bersama pengembang berniat menarik lebih banyak investasi riset global dengan tujuan untuk mendongkrak daya saing ekonomi kreatif nasional ke tingkat tertinggi.
Lewat megaproyek D-HUB SEZ ini, Sinar Mas Land tidak hanya sukses memperlebar jarak dari para kompetitornya, tetapi juga berhasil mengubah definisi sebuah township mandiri.
Ketika pengembang lain masih sibuk ‘menjual’ fasilitas komersial standar, BSD City sudah melangkah jauh ke depan dengan menjual ekosistem masa depan berbasis AI dan kesehatan global, yaitu sebuah jaminan mutu yang membuat nilai aset properti di kawasan ini tetap kokoh di puncak radar investasi properti nasional.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terbaru dunia properti melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.
Hotline Redaksi (WA) 0812 8934 9614
Email: redaksi@koranproperti.com

