Koridor barat Jakarta kian mengukuhkan posisinya sebagai epicentrum pertumbuhan properti paling dinamis di kawasan penyangga ibu kota. Tanpa tedeng aling-aling, dua pengembang papan atas langsung tancap gas memacu penetrasi pasar, melalui peluncuran proyek anyar komersial dan hunian premium secara simultan.
KoranProperti.com (Jakarta) – Langkah berani PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) dan Asthara Group menjadi sinyal kuat pulihnya gairah investasi properti kelas atas di pertengahan tahun 2026. Strategi agresif dual-developer ini bukan tanpa alasan. Momentum pertumbuhan ekonomi makro yang stabil, ditambah stimulus kebijakan makroprudensial di sektor perumahan, menjadi katalis utama bagi para pelaku industri untuk mempercepat siklus peluncuran produk properti, demi memperebutkan ceruk pasar potensial di barat Jakarta.
PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menandai momentum perayaan 47 tahun kiprahnya membangun Bintaro Jaya dengan melanjutkan megaproyek kota mandiri terpadu. Emiten berkode saham JRPT ini secara resmi memperluas pengembangan kawasan Discovery Riviera seluas 18 hektare, sebuah langkah strategis untuk memperkuat posisi tawarnya di segmen hunian premium berwawasan lingkungan.
Untuk menambah daya tarik, JRPT mengoperasikan Discovery Clubhouse tepat di hadapan gerbang utama klaster Aira at Discovery Riviera. Fasilitas kebugaran dan sosial modern ini mencakup semi-Olympic swimming pool, lapangan padel, indoor gym, serta retail area eksklusif yang ditargetkan beroperasi penuh akhir 2026 mendatang.
Tak hanya itu, melirik besarnya ceruk pasar dari segmen keluarga muda mapan, JRPT meluncurkan klaster Bria pada Mei 2026 lalu. Mengusung langgam arsitektur American Classic yang tak lekang oleh waktu, klaster ini dipasarkan mulai dari harga Rp2,9 miiliaran. Pengembang juga menawarkan paket insentif yang sangat kompetitif, yakni Down Payment (DP) 0 persen serta pemanfaatan insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen.
BACA INI: Serah Terima Unit Tower Manhattan Signature Tepat Waktu, Trans Property Makin Moncer di Bintaro
Wakil Direktur Utama PT Jaya Real Property Tbk Henky Wijaya mengatakan, kekuatan fundamental Bintaro Jaya sebagai kota mandiri berbasis Transit-Oriented Development (TOD) juga kian solid. Konektivitas tanpa hambatan dihadirkan lewat revitalisasi Stasiun Pondok Ranji yang terhubung langsung ke Plaza Bintaro Jaya, serta akses terowongan bawah tanah (underground tunnel) dari Stasiun Jurangmangu menuju Bintaro Jaya Xchange Mall (BXc).

“Fasilitas ini kami rancang secara integratif untuk memperkaya pengalaman tinggal, sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi seluruh generasi penghuni Bintaro Jaya. Ini sejalan dengan misi kami untuk membangun ekosistem kawasan yang nyaman untuk dihuni, bekerja, berkarya, berusaha, sekaligus tempat komunal yang hangat,” kata Henky.
Kehadiran superblok mixed-use BXc Mall tahap 2, kawasan konservasi Aviary Park seluas 6 hektare, wahana edukasi BXSea, hingga hotel bintang lima DoubleTree by Hilton, kian memantapkan posisi Bintaro Jaya sebagai destinasi hunian dan komersial utama.
Distrik Komersial Modern
Tak mau kalah dengan Bintaro jaya, Asthara Group juga tidak ingin kehilangan momentum emas ini. Pengembang ini secara resmi meluncurkan The Floritz Gallery, sebuah distrik komersial modern yang diproyeksikan menjadi gerbang utama sekaligus wajah depan dari ekosistem akbar Super klaster
The Floritz di dalam kawasan Asthara Skyfront City.
The Floritz Gallery mengusung konsep integrasi bisnis, gaya hidup, dan ruang komunal. Kehadiran area komersial ini didukung oleh basis pasar yang sangat gemuk (captive market) yang berasal dari empat klaster hunian di bawah bendera Super Klaster The Floritz dengan total lebih dari 1.000 unit rumah eksekutif.
Pada peluncuran tahap pertama ini, Asthara Skyfront City melepas 40 unit ruko premium yang terbagi menjadi dua tipe, yaitu Gallery Prime dan Gallery Signature, dengan variasi luas bangunan berkisar antara 162 hingga 265 meter persegi.
Fleksibilitas tata ruang interior ruko didukung oleh penerapan arsitektur kontemporer dengan konsep double-height ceiling volume and sistem triple-key, yang memungkinkan pemilik gedung menjalankan tiga lini usaha berbeda dalam satu bangunan tanpa saling mengganggu privasi.
BACA INI: Wow! 420 Unit Hunian Allurea Terjual Habis, Asthara Group Siap Gelar Penjualan Tahap Kedua
CEO Asthara Skyfront City Supardi Ang menegaskan, sebagai kawasan komersial modern, proyek ini dilengkapi dengan infrastruktur ramah pejalan kaki berupa pedestrian plaza selebar 8 meter, jalur sepeda khusus, area hijau, serta slow lane untuk memastikan kenyamanan maksimal bagi para pengunjung.
“Seiring dengan pertumbuhan komunitas yang pesat di Asthara Skyfront City, kami percaya kebutuhan akan ruang usaha modern akan terus meningkat secara eksponensial. The Floritz Gallery hadir menawarkan destinasi interaksi bisnis dan gaya hidup dengan peluang investasi jangka panjang yang sangat berkelanjutan,” kata Supardi.
Untuk menggaransi perputaran roda ekonomi yang aktif, Asthara Group telah mengamankan komitmen dari empat anchor tenant berskala besar yang akan menjadi motor penggerak utama kunjungan (traffic generator) ke kawasan ini.
Kehadiran tenant-tenant besar tersebut diharapkan mampu menstimulasi ekosistem bisnis yang aktif, sekaligus mendongkrak nilai modal atau investasi jangka panjang (capital gain) para investor properti.
Simak dan ikuti terus perkembangan berita terkini dunia properti dan bahan bangunan melalui ponsel dan laptop Anda. Pastikan Anda update dengan mengklik koranproperti.com dan google news setiap hari.


